Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2026

puisi di bulan ramdhan

  Di langit malam, bulan tersenyum pucat, menyulam cahaya di sela doa yang lirih. Angin membawa harum kurma dan tanah basah, seperti bisik rahmat yang turun tanpa henti. Perut yang lapar menjadi guru kesabaran, haus yang panjang menumbuhkan syukur. Setiap detik adalah ayunan tasbih, menghitung rindu pada ampunan-Nya. Di meja sederhana, tangan-tangan bertemu, mata saling memberi salam yang hangat. Ramadhan adalah pelukan waktu, yang merangkul hati agar kembali pulang. Dan di ujung malam, air mata jatuh bersama takbir, membasuh jiwa yang ingin lahir kembali dalam cahaya yang tak pernah padam.