Di langit malam, bulan tersenyum pucat,
menyulam cahaya di sela doa yang lirih.
Angin membawa harum kurma dan tanah basah,
seperti bisik rahmat yang turun tanpa henti.
Perut yang lapar menjadi guru kesabaran,
haus yang panjang menumbuhkan syukur.
Setiap detik adalah ayunan tasbih,
menghitung rindu pada ampunan-Nya.
Di meja sederhana, tangan-tangan bertemu,
Komentar
Posting Komentar