Di sela rimbun waktu yang kian menjauh, Kulihat bayangmu berdiri tegak, tak pernah luh. Bukan sekadar siluet di atas tanah yang kering, Tapi detak yang memacu jantung kami agar tak henti beriring.
Kau adalah gema yang memantul dari tebing sejarah, Menembus bising zaman yang kadang membuat kami menyerah. Suaramu tak hilang ditelan riuh rendah dunia, Ia merambat dalam doa, dalam setiap jengkal kemerdekaan yang nyata.
Meski ragamu kini hanya sebatas nisan dan pusara, Dan namamu mungkin hanya dibaca sekali setahun oleh raga, Namun api yang kau sulut di ujung bayang itu tetap berpijar, Menjadi kompas bagi kami yang seringkali kehilangan nalar.
Kami adalah pewaris dari setiap luka yang kau tanggung, Dari setiap mimpi yang dulu kau rajut dengan agung. Gema itu masih di sini, di ujung bayang yang kau tinggalkan, Mengingatkan bahwa merdeka bukan hanya kata, tapi perjuangangan
file power point 10 pahlawan nasional
Komentar
Posting Komentar